Jika Kamu telah memiliki tekad yang kuat untuk 'umrah, hendaklah Kamu melakukan adab-adab penting berikut ini sebelum berangkat.
•Adab penting sebelum berangkat
Taubat nashuha — taubat yang semurni-murninya, bertekad untuk tidak mengulangi kesalahannya.
Menyelesaikan masalah-masalah kezhaliman (utang, orang yang disakiti dengan perkataan/perbuatan).
Berusaha keras mendapatkan harta yang baik dan halal.
Mencari teman yang baik.
Berwasiat.
Mempelajari hukum-hukum 'umrah.
Menghafal doa-doa yang berhubungan dengan 'umrah (doa safar, doa naik kendaraan, dst.).
•Sunnah sebelum ihram
Menggunting kuku, memotong kumis, menghilangkan bulu ketiak dan kemaluan.
Mandi.
Memakai minyak wangi pada badan (bukan pada pakaian ihram). Wanita tidak dianjurkan memakai wewangian.
Memakai pakaian ihram yang menutup kedua belikat dan kedua pundak. Wanita memakai pakaian apa pun yang menutup seluruh badan dan tidak ketat — tidak boleh memakai cadar atau kaus tangan.
2
Rukun Pertama: Ihram
Ihram adalah amalan pertama dalam 'umrah — niat memasuki rangkaian ibadah 'umrah. Dilakukan ketika sampai di miqat atau sejajar dengannya.
•Lima tempat miqat
Catatan: Untuk jamaah Indonesia yang naik pesawat, ihram dilakukan di atas pesawat dengan informasi dari petugas/pramugari — bukan dari Jeddah!
Dzul Hulaifah (sekarang Bir Ali) — miqat penduduk Madinah.
Al-Juhfah / Rabigh — miqat penduduk Maroko, Suriah, Mesir.
Yalamlam (sekarang as-Sa'diyyah) — miqat penduduk Yaman dan jamaah dari Indonesia.
Qarnul Manaazil (sekarang Sail) — miqat penduduk Nejd.
Dzatu 'Irq — miqat penduduk Irak.
•Niat ihram untuk umroh
Niat dengan hati, lalu mengucapkan:
اَللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk melakukan 'umrah.”
•Niat bersyarat (jika khawatir uzur)
Apabila khawatir tidak dapat menyempurnakan manasik (sakit, dsb.), tambahkan ucapan:
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan, dan kerajaan hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”
•Larangan ketika ihram
Menggunting rambut atau kuku.
Memakai pakaian yang dijahit (bagi laki-laki).
Memakai wewangian.
Membunuh binatang buruan darat.
Bersetubuh dan bermesraan yang membawa kepadanya (mencium, meraba dengan syahwat).
Akad nikah.
Berbuat fasik (maksiat), bertengkar atau berbantah-bantahan dengan teman.
Memotong tumbuh-tumbuhan tanah Haram atau mengganggu binatang-binatang buruannya.
Menutup kepala (bagi laki-laki) dengan penutup yang melekat (peci, topi).
3
Sampai di Makkah & Masuk Masjidil Haram
•Anjuran ketika tiba di Makkah
Mandi.
Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan, sambil membaca doa.
Menghentikan talbiyyah sebelum thawaf.
Melakukan idhtibaa' (laki-laki): menampakkan pundak kanan dengan ridaa' di bawah ketiak kanan dan kedua ujungnya di atas pundak kiri. Setelah thawaf, kembalikan ridaa' menutup kedua pundak.
•Doa masuk Masjidil Haram
Doa ini juga disyariatkan saat masuk masjid lainnya:
“Dengan Nama Allah. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah. Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung, dengan Wajah-Nya yang Mulia, dan dengan kekuasaan-Nya yang abadi, dari (godaan) syaitan yang terkutuk. Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”
4
Rukun Kedua: Thawaf
Thawaf dimulai dari Hajar Aswad. Pada tiga putaran pertama laki-laki melakukan raml (berjalan cepat dengan langkah pendek), wanita berjalan biasa.
•Memulai dari Hajar Aswad
Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan lalu menciumnya jika mampu. Jika tidak, cium tangan setelah mengusapnya. Jika tetap tidak mungkin, cukup berisyarat dengan tangan kanan tanpa mencium tangan, sambil mengucapkan:
بِسْمِ اللّٰهِ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ.
“Dengan Nama Allah, dan Allah Mahabesar.”
•Pada putaran ke-2 sampai ke-7
Mengusap atau berisyarat ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan:
اللّٰهُ أَكْبَرُ
“Allah Mahabesar.”
•Mengusap Rukun Yamani
Mengusap Rukun Yamani dengan tangan jika mampu (tanpa mencium tangan, tanpa mengusap-usap). Jika sulit, lewati saja tanpa isyarat dan tanpa takbir.
•Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Pada setiap putaran, di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad ucapkan:
“Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa Neraka.”
Sumber: QS. Al-Baqarah: 201
•Setelah selesai 7 putaran
Tutup kembali pundak kanan, lalu menuju Maqom Ibrahim.
•Maqom Ibrahim
Bacalah firman Allah:
وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ إِبْرٰهِيْمَ مُصَلًّى
“Dan jadikanlah sebagian Maqom Ibrahim sebagai tempat shalat.”
Sumber: QS. Al-Baqarah: 125
•Shalat dua rakaat di belakang Maqom Ibrahim
Jika mudah dilakukan; jika kesulitan, di mana saja yang termasuk Masjidil Haram. Rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca Al-Kafirun, rakaat kedua membaca Al-Ikhlas.
•Minum air Zamzam & doa
Setelah shalat, pergi ke Zamzam, minum sepuasnya, dan guyurkan ke kepala sambil mengucapkan:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar Allah. Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah atau ber-'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Mahamensyukuri (kebaikan) lagi Mahamengetahui.”
Sumber: QS. Al-Baqarah: 158
•Sebelum naik ke Shafa (hanya di awal sa'i)
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللّٰهُ بِهِ.
“Aku memulai sa'i dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni, Allah memulai dengan menyebutkan Shafa).”
•Di atas Shafa — menghadap Ka'bah, angkat kedua tangan
Bacaan ini diulang tiga kali, dengan dua doa bebas yang dipanjatkan di antara dzikir-dzikir tersebut.
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya pujian, Yang Menghidupkan dan Mematikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya (Muhammad), dan mengalahkan golongan musuh sendirian.”
•Antara dua tiang hijau — berlari kecil (laki-laki)
Turun dari Shafa berjalan biasa sambil berdoa. Saat sampai di tiang hijau pertama, berlari kecil hingga tiang kedua. Wanita tetap berjalan biasa. Dianjurkan membaca:
“Ya Rabb-ku, ampunilah dan rahmatilah (aku), sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahapemurah.”
Sumber: HR. Ibnu Abi Syaibah
•Di atas Marwah
Menghadap Ka'bah, ucapkan bacaan yang sama dengan di Shafa (tanpa membaca QS. Al-Baqarah: 158). Diulang tiga kali, dengan dua doa bebas di antara dzikir.
•Catatan
Tidak mengapa menaiki kursi roda jika sakit.
Saat berdiri di Shafa dan Marwah adalah salah satu waktu mustajab — manfaatkan untuk berdoa.
6
Tahallul
Setelah sa'i, lakukan tahallul; dengan demikian sempurnalah 'umrah Kamu. Setelah tahallul, halal kembali apa-apa yang sebelumnya dilarang saat ihram.
•Untuk laki-laki
Mencukur gundul lebih utama. Boleh juga menggunting sebagian rambut secara merata, tapi cukur gundul lebih dianjurkan.
•Untuk wanita
Mengumpulkan rambut dari seluruh bagian kepala, lalu memotongnya sepanjang satu ruas jari saja.
•Anjuran shalat sunnah di Hijir Isma'il
Berdasarkan sabda Rasulullah kepada 'Aisyah: "Shalatlah di Hijir Isma'il apabila engkau ingin masuk ke dalam Baitullah, karena Hijir Isma'il itu termasuk bagian Ka'bah." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa-i, Ahmad). Catatan: tidak dianjurkan shalat fardhu di Hijir Isma'il.